Kemajuan dan perkembangan
teknologi yang sangat pesat pada saat ini menjadikan semua pekerjaan manusia
menjadi lebih efektif dan efisien. Perkembangan teknologi di zaman ini
diharapkan dapat membantu pekerjaan manusia sehingga dapat memberikan kualitas
hidup yang lebih baik. Perkembangan teknologi tersebut telah banyak memberikan
manfaat dalam kemajuan diberbagai aspek sosial. Selain itu, perkembangan
teknologi juga harus diikuti dengan perkembangan pada Sumber Daya Manusia.
Manusia yang dimana
merupakan sang pengguna teknologi, harus mampu memanfaatkan teknologi yang ada.
Bahkan selain itu, manusia juga harus mampu mengembangkan teknologi menjadi
teknologi yang lebih baru dan inovatif lagi serta dapat memberikan manfaat ke
segala aspek kehidupan, baik untuk pendidikan, kesehatan, perekonomian dan lain
sebagainya.
Manfaat dari kemajuan
teknologi ini tentu harus bisa dirasakan oleh semua pihak, terutama bagi orang
– orang yang berkebutuhan khusus, salah satunya adalah bagi penyandang Tuna
Rungu – Wicara. Sampai pada tahun 2012 penderita Tuna Rungu – Wicara di Indonesia
mencapai 602.784 jiwa. Peran teknologi sangat diperlukan dalam mempermudah
komunikasi penderita Tuna Rungu – Wicara baik dalam keluarga, pendidikan maupun
dalam dunia pekerjaan.
Masih banyaknya penderita
Tuna Rungu – Wicara yang hidup dalam garis kemiskinan disebabkan oleh tidak
mampunya berkomunikasi terhadap dunia luar. Hal ini dikarenakan masih rendahnya
pemahaman dan perhatian masyarakat terhadap masalah disabilitas, selain itu kurangnya peran
keluarga terhadap masalah disabilitas ini juga menyebabkan kaum disabilitas
terutama Tuna Rungu – Wicara tidak bisa mengeluarkan dan mengembangkan
kreativitas yang dimiliki mereka dengan maksimal. Penderita Tuna Rungu – Wicara
yang tidak dibekali pendidikan yang tepat, otomatis akan memiliki keterbatasan
terhadap pengetahuan dan keterampilan.
Berdasarkan hal tersebut, maka dibuatlah sebuah
web yang mengandung konten multimedia. Dimana web ini berfungsi sebagai media
pembelajaran bagi kaum Tuna Rungu – Wicara untuk dapat belajar berkomunikasi. Sehingga
para penderita Tuna Rungu – Wicara tidak lagi harus terkurung dengan
keterbatasannya, tetapi juga dapat mengecap pendidikan yang tinggi, mendapat
pekerjaan yang layak, bahkan dapat membuka lapangan pekerjaan melalui
kreativitas yang dikembangkan oleh dirinya dan menjadi manfaat bagi banyak
orang baik bagi sesama kaum disabilitas bahkan orang normal sekalipun.
Komentar